Pada mulanya tidak ada apapun selain bulan dan matahari. Dan bulan ingin keluar pada siang hari, tapi ada sesuatu yang jauh lebih terang yang tampaknya mengisi jam-jam pada siang hari. Bulan menjadi lapar, lalu makin kurus dan makin kurus, sampai ia menjadi sepotong, dan ujung-ujung bulan jadi setajam pisau. Tanpa sengaja bulan menusuk malam hingga menimbulkan lubang dan memuntahkan jutaan bintang, seperti air mancur dari mata air.
Karena ketakutan, bulan berusaha menelan semua bintang itu. kadang-kadang usahanya berhasil karena bulan menjadi lebih gemuk dan bulat. Tapi seringkali usahanya tidak berhasil karena begitu banyak bintang yang ada. Bintang terus berhamburan hingga membuat langit begitu terang dan matahari cemburu. Matahari mengundang bintang-bintang itu ke sisi dunianya yang selalu terang. Tapi matahari tidak memberitahu mereka bahwa pada siang hari bintang takkan terlihat. Jadi bintang-bintang yang bodoh itu melompat dari langit ketanah, dan mereka membeku akibat kebodohan mereka sendiri
Bulan melalukan usaha terbaiknya. Dia mengukir setiap bekuan-bekuan bintang yang menyedihkan itu menjadi lelaku atau perempuan. Bulan menghabiskan sepanjang hidupnya berjaga-jaga agar bintang-bintang lain tidak jatuh. Dia menghabiskan sepanjang hidupnya untuk bertahan pada serpihan-serpihan yang tersisa
Leave a Reply